Selasa, 27 November 2012

materi TIK kelas XI IPA semester 1


Arsitektur Jaringan
Terdapat tiga tipe arsitektur jaringan, yaitu jaringan client-server , server dan client pintar, dan sistem operasi jaringan peer to peer.
a.       Jaringan Client-Server
Arsitektur ini umumnya digunakan pada sebuah jaringan besar yang mengutamakan keamanan dan keandalan, contohnya pada universitas, instansi pemerintah, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Di dalam arsitektur ini, terdapat sebuah server utama (umumnya berupa gabungan dari beberapa server) yang menyediakan tempat penyimpanan data (data storage),administrasi user, dan semua yang diperlukan oleh PC client. Di dalam arsitektur ini, PC client yang berfungsi sebagai “Dummy Terminal” yang terdiri atas monitor, keyboard, dan control unit.
b.      Jaringan Server dan Client Pintar
Arsitektur ini dirancang untuk digunakan pada jaringan skala kecil maupun pribadi. Ini digunakan padaPC stand-alone yang dihubungkan ke jaringan untuk proses pertukaran data.
Server merupakan satu atau beberapa PC yang dirancang untuk menyala terus-menerus dan menyediakan tempat penyimpanan data tambahan, seperti harddisk dan peripheral lainnya (modem, printer, dan sebagainya). Namun, pada kasus-kasus tertentu, server difungsikan juga sebagai pendukung operasional PC client, contohnya sebagai Mail server. Pada praktiknya, beberapa server dapat digabung menjadi satu untuk menghasilkan sebuah Domain.
c.       Jaringan Peer to Peer
Arsitektur ini umum digunakan pada perusahaan bersekala kecil dan juga untuk kebutuhan pribadi. Jaringan Peer to Peer merupakan suatu model komunikasi dua arah antarpengguna PC melalui jaringan komputer atau internet tanpa melalui sebuah server. PC yang berada dalam jaringan ini sebenarnya berfungsi sebagai client sekaligus server.
Kedua arsitektur terakhir yang dijelaskan di atas sebenarnya sering di temukan dan di gunakan dalam satu jaringan. Umumnya pada sebuah jaringan yang memiliki satu server (atau beberapa server), memungkinkan pengaksesan antara satu client ke client lainnya (peer to peer) sejauh tersedia access right. Bahkan sering ditemui juga sebuah workstation  dalam jaringan juga difungsikan sebagai server dikarenakan di dalam harddisk workstation tersebut tersimpat data bersama yang dapat diakses oleh semua pengguna di jaringan tersebut, termasuk penyediaan akses pinter.
Dilihat dari sudut pandang hardware, tidak ada perbedaan antara jaringan LAN yang menggunakan dan tanpa menggunakan server. PC-PC tetap terhubung satu sama lain, baik melalui media kabel maupun wireless. Server juga berupa sebuah PC yang terhubung dalam sebuah jaringan, layaknya PC-PC client. Yang membedakan hanyalah pada tugas dan sistem operasi yang digunakan saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar